Monday, 1 August 2016

author photo
PORTALTEBO.com - Penemuan emas yang diduga harta karun di desa Jambu Kecamatan Tebo Ulu, ternyata bukanlah harta karun. Namun hanya potongan-potongan perhiasan yang diduga bekas warga cina yang dulunya sempat tinggal di sekitar situ. Hal ini dikatakan Yahoza Camat Tebo Ulu, Senin (1/8/2016).

"Bukan harta Karun, namun potongan-potongan anting dan cincin yang diduga bekas warga keturunan Tionghoa yang dulunya sempat tinggal disana" ujar Yahoza.

Yahoza juga mengatakan bahwa penemuan emas tersebut diawali oleh salah satu warga yang melihat kilauan emas di dalam sungai saat sedang memancing, ternyata saat di ambil memang sebuah potongan cincin emas yang sudah agak menghitam. Setelah kejadian itulah, warga sekitar sungai tersebut berbondong-bondong mencari emas di sungai yang disebut harta Karun.

"Awalnya ada warga yang memancing dan menemukan potongan emas, sejak itu warga banyak yang mencari, dan kabar mulai tersebar bahwa ada harta Karun" ungkap Yahoza.

Saat ditanya sudah beberapa banyak emas yang didapat di sungai tersebut, Camat Tebo Ulu mengungkapkan bahwa sejauh ini memang ada masyarakat yang menemukan potongan cincin dan anting yang sudah agak menghitam.

"Ada yang dapat 3 sampai 4 gram, namun kondisinya sudah menghitam. Bukan seperti emas batangan atau harta Karun. Kuat dugaan emas tersebut merupakan peninggalan warga cina yang dulu tinggal di situ namun rumah mereka ambruk dan jatuh ke sungai puluhan tahun yang lalu" jelas Yahoza.

"Bahkan sekarang sudah banyak dijadikan penipuan dengan membuang perhiasan imitasi agar warga tetap mauencari di sungai tersebut" tambah Yahoza.

Sementara itu, Kapolsek Tebo Ulu, Iptu Asep Ruhyana juga mengatakan hal yang sama bahwa penemuan emas oleh warga Jambu bukanlah harta Karun seperti yang dihebohkan banyak orang.

"Bukan harta Karun, tapi berupa lempengan kecil, memang ada warga yang dapat" ujar Asep

Asep juga mengatakan bahwa penemuan pertama kali sekitar seminggu yang lalu atai sekitar Senin (24/7). " setelah saat itu, sampai sekarang masih ada juga masyarakat yang terus mencari" tuntasnya. (p08/p09) 

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement