Thursday, 4 August 2016

author photo
PORTALTEBO.com - Jajanan bihun kekinian dengan singkatan Bikini, ditambah lagi dengan kalimat Remas Aku serta gambar yang tidak layak menuai banyak protes pengguna internet, jajanan inipun dikhawatirkan banyak pihak mneyebar luas ke seluruh pelosok tanah air.

Seperti dikutip PORTALTEBO.com pada akun Facebook Vie Ummu Sa'Bil ALfafa menulis "Jajanan tidak mendidik model begini"tulisnya pada foto yang di uploadnya.

Jajanan yang diduga mengandung unsur pornografi ini banyak di protes, sebab selain gambar pada jajan yang tidak layak, slogan dan nama jajan juga terlihat mengandung unsur porno.

Seperti di tulis akun Heniarifin "Idenya sih boleh juga, Bihun Kekinian (Bikini), Tp ko ya kemasan nya tdk Indonesia bangeeddd. Cenderung merusak moral generasi bangsa...😥😥 Padahal jualnya di Indonesia, kemanakah etika dan nuraninya. Ini jd gak jelas segment market share nya. Anak-anak, remaja, or org dewasa.
Hadeeehhh sayang sekali...
*Ini menurut saya sih"

Kemudian menurut akun Ani Afifah Arsyad : "pke tulisan "remas aku" segala lg... gila tuh yg bikin dah kehilangan akal sehay"

Komentar akun Azka Kurnia :"Hestagnya remas aku, gubrak. Ga pantes bersanding sama logo halal di atasnya. kalau ada cs produsennya biar sya telpon !"

Akun Teguh Widya Herlambang:"smua pada bingung aku jd ikut bingung. yg halal makanannya apa remes akunya?  dan apakah MUI juga ikut campur dalam desain sebuah produdk juga? apakah kemudian desain kemasan sebuah  produk juga harus ada label halalnya juga? aku kok jd bingung. jane sing dikarepke halal makanannya apa halal desain kemasannya?"

Maissa Tsuraya melontarkan komentarnya pada foto tersebut:"Maaf itu bukan logo halal dari MUI,  klo dri MUI itu wajib yg warna hijau,  jd itu halal abal2...."

Sedangkan Bunda Qila menuliskan :"tanda2 dazzal. memfitnah Islam,,jajanan berlabel halal tp gambar dan nama nya bertentangan. ya Allah apakah ini tanda2 akhir zaman??  :(".

Sementara itu dikutip PORTALTEBO.com pada media solopos.com bahwa jajanan bermerek Bikini beredar luas di masyarakat menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Menanggapi hal ini, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mendesak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk menegur produsen dan menarik makanan ringan dengan merek tak senonoh tersebut.

“YLKI menyatakan protes dan meminta produk itu segera ditarik dari peredaran. BPOM harus menegur keras produsennya dan menghentikan penjualan melalui toko jual beli daring,” kata Tulus melalui pesan singkat di Jakarta, Rabu.

Tulus menyatakan sudah melakukan pengecekan, produk makanan ringan itu belum terdaftar di BPOM. Meskipun mencantumkan logo halal, Tulus menyatakan logo dan penyataan halal tersebut juga palsu.

“Karena itu, masyarakat tidak usah membeli produk makanan ringan tersebut, apalagi untuk anak-anak,” ujarnya seperti dilansir Antara.

Bikini dijual di sebuah toko online terkemuka Indonesia. Bikini merupakan singkatan dari Bihun Kekinian.

Tulus menilai produk Bikini sangat tidak edukatif dan tidak senonoh karena pada kemasannya menampilkan ilustrasi tubuh perempuan hanya mengenakan bikini dan tulisan “remas aku”.(tim) 

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement