Monday, 11 July 2016

author photo
PORTALTEBO.com - Dirilis oleh situs BERITASATU.com bahwa Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Jambi tidak menemukan adanya peredaran vaksin palsu di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di daerah itu. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan petugas Balai POM Jambi tiga hari terakhir, seluruh rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah di daerah itu dinyatakan bebas dari vaksin palsu.

"Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap seluruh apotek, rumah sakit, puskesmas, kelas farmasi dan dinas kesehatan se-Provinsi Jambi menyusul terbongkarnya peredaran vaksin palsu di Jakarta pekan lalu. Namun berdasarkan hasil pemeriksaan kami di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan tersebut, tidak ada peredaran vaksin palsu. Namun demikian kami masih terus melakukan pemeriksaan adanya peredaran vaksin palsu di Jambi,"kata Kepala BPOM Provinsi Jambi, Ujang Supriatna di Jambi, Senin (27/6).

Menurut Ujang, pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jambi mengenai peredaran vaksin palsu di daerah itu. Berdasarkan laporan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, seluruh rumah sakit di Jambi dijamin tidak ada yang menyimpan dan menggunakan vaksin palsu. Sedangkan peredaran vaksin palsu di rumah sakit swasta di daeraj itu masih diselidiki.

Ujang menghimbau masyarakat Jambi tidak takut melakukan baksinasi anak-anak ke rumah sakit pemerintah menyusul terungkapnya peredaran vaksin palsu di Jakarta. Para orangtua di daetah itu diharapkan tetap melakukan vaksinasi terhadap anak-anak balita.

"Warga tidak perlu takut melakukan vaksinasi anak-anak karena itu perlu untuk kesehatan anak. Sebelum melakukan vaksinasi, warga perlu menanyakan kepada petugas kesehatan mengenai keaslian vaksin yang akan diberikan kepada anak-anak. Para tenaga medis tenaga medis sudah kami instruksikan memberikan penjelasan kepada warga menganai vaksin palus,”katanya.

Waspada
Sementara itu Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Provinsi Jambi meminta warga masyarakat meningkatkan kewaspadaan mengenai penggunaan vaksin palsu. Kewaspadaan itu perlu dilakukan terutama ketika melakukan vaksinasi ke lembaga-lembaga pelayanan kesehatan swasta. Untuk meningkatkan kewaspadaan itu, warga diharapkan tetap meminta penjelasan kepada petugas medis pemerintah mengenai vaksin yang asli.

“Kami mengimbau warga ekstra waspada vaksin palsu ketika melakukan vaksinasi di lembaga pelayanan kesehatan, khususnya lembaga pelayanan kesehatan wilayah pinggiran kota dan swasta. Warga kami minta selalu menanykan keaslian vaksin yang diberikan petugas kesehatan, baik di rumah sakit maupun puskesmas,”kata Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Jambi, Ibnu Kholdun di Jambi, Senin (27/6).

Ibnu Kholdum mengatakan, pihaknya juga secara berkala melakukan pemantauan peredaran vaksin palsu di Kota Jambi. Pemantauan dilakukan di pos pelayanan terpadu (posyandu), puskesmas dan apotek. Selain itu YLKI Jambi juga membuka pos pengaduan mengenai peredaran vaksin palsu.

YLKI Jambi, menerima satu laporan mengenai adanya dugaan penggunaan vaksin palsu dari Kecamatan Rimbo Ulu, Kabupaten Tebo, Jambi. Laporan tersebut menyebutkan adanya anak bayi berusia empat bulam meninggal setelah menjalani vaksinasi. Kematian bayi tersebut diduga akibat vaksin palsu. Dugaan itu muncul karena setelah divaksinasi, bayi tersebut demam tinggi, lalu meninggal.

“Kami sudah turun ke lapangan memeriksa kasus tersebut. Berdasarkan laporan petugas Puskesmas Rimbo Ulu, bayi tersebut meninggal akibat penyakit jantung. Sebelumnya bayi tersebut demam dan pilek setelah divaksin. Pihakkeluarga sudah melaporkan kasus tersebut ke Ruah Sakit Umum Daerah Tebo, namun tidak ditanggapi. Karena itulah pihak keluargamengadu ke YLKI Jambi,”paparnya.

Sumber BERITASATU.com

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement