Monday, 25 July 2016

author photo
PORTALTEBO.com - Banyak persoalan antara petani yang tergabung dalam Koperasi Unit Desa Olak Malako Intan (KUD OGMI), dengan perusahaan perkebunan PT Goll atau yang lebih dikenal PT PAH, yang hingga saat ini tak kunjung tuntas. Diantaranya, masalah bagi hasil yang dianggap belum layak, dengan alasan pihak perusahaan mengalami kerugian sebesar Rp 1,6 milyar. Begitu juga dengan permasalahan lahan yang sampai saat ini batas HGU lahan koperasi juga belum jelas.

Dari hasil identifikasi tanda batas koperasi pada PT PAH pada tanggal 16 Desember 2016 oleh tim TP3K Tebo, Kepala Kantor Pertanahan BPN) Kabupaten Tebo meminta pihak perusahaan PT PAH bersama KUD OGMI untuk melakukan pengecekan dan pemasangan patok yang belum dipasang. Hal itu tertulis dalam surat nomor 56/15.09.400.9/11/2016 yang ditanda tangani langsung oleh Hasnadi, SH, Kepala Kantor BPN Tebo pada tanggal 17 Februari 2016. Sayangnya, sampai sekarang permasalahan tanda batas tersebut tak kunjung dilakukan.

"Padahal permasalahan tanda batas lahan koperasi ini sudah disepakati bersama sejak beberapa tahun lalu, tapi kenapa hingga kini belum selesai juga,"kata Baihaki salah seorang petani yang tergabung dalam KUD OGMI.

Padahal, lanjut dia, agenda pemasangan dan penegasan patok batas HGU koperasi ini juga sudah tertuang dalam surat perintah Bupati nomor 090/441/SPT/umum pada tanggal 7 September 2015, dan surat nomor 090/22.03/SPT/umum pada tanggal 15 Desember 2015. Namun sampai sekarang belum juga dilaksanakan.

"Jadi kami bingung sebenarnya yang bertangggung jawab atas permasalahan ini siapa? Bupati sebagai kepala daerah, instansi terkait, BPN atau pihak perusahaan. Sepengetahuan kami patok batas yang mau dipasang juga tidak banyak- banyak nian. Hanya beberapa titik saja, sebenarnya masalahnya dimana? kenapa sepertinya saling lempar tanggung jawab, "katanya lagi.

Sekedar diketahui, berdasarkan pertemuan yang dihadiri perwakilan petani, pengurus koperasi, manajemen PT PAH, Disperindagkop Tebo, Disbun Tebo, Polres Tebo dan Bupati Tebo pada Jum'at (16/05/2014) 2 tahun silam. Dimana secara aklamasi pihak perusahaan (PT PAH) berjanji akan melakukan pemasangan tanda batas (patok) sekaligus mempeta rincikan masing-masing nama pemilik lahan koperasi. Perusahaan juga berjanji pemasangan patok tersebut paling lambat pada akhir Juni 2014. (p07) 

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement