Monday, 25 July 2016

author photo
PORTALTEBO.com - Akhir-akhir ini seringkali persoalan perbedaan pilihan politik dijadikan alasan yang ‘dibolehkan’ untuk saling memusuhi, saling mendengki, bahkan saling membunuh. Sungguh hal-hal semacam ini telah keluar dari nilai-nilai luhur yang telah lama tertanam. Hal itu dikatakan Bahren Nurdin sang motivator pendidikan Provinsi Jambi asal Tebo.

Apalagi, lanjut dia, tidak lama lagi Kabupaten Tebo akan mengadakan pesta demokrasi pemilihan kepala daerah Bupati dan Wakil Bupati. Tidak dapat dipungkiri, saat ini pun suhu politik sudah semakin panas. Blok-blok dukungan mulai terbentuk di tengah masyarakat. Aksi-aksi permusuhan mulai dirasakan. Genderang ‘perang’ antar pendukung bakal calon atau calon lambat laun mulai terdengar semakin kencang. Nilai-nilai kekeluargaan semakin dipinggirkan.

Untuk antisipasi persoalan itu, Bahren Nurdin bersama anak-anak muda Tebo, berencana akan mengadakan Malam Silaturahmi Masyarakat Tebo, yang akan dilaksanakan pada 27 September 2016, di Jambi.

"Kami Budak Tebo! Kami adalah anak-anak muda yang resah bila melihat benih-benih permusuhan mulai disemai di tanah kelahiran kami tercinta. Jiwa-jiwa kami mulai gelisah melihat para ‘orang hebat’ berebut tahta dengan cara-cara yang tidak bermartabat. Kami sungguh malu melihat orang-orang tua kami bergelut dengan kepentingan sesaat dan mengabaikan masa depan Tebo, masa depan kami. Sekali lagi kami ingin berbuat, sekecil apa pun itu, "kata Bahren pada PORTALTEBO.com, Senin (25/7/2016).

Dijelaskannya, ide untuk melaksanakan kegiatan itu muncul dia bersama beberapa pemuda Tebo melakukan beberapa kali diskusi panjang. Dalam diskusi itu disepakati untuk mengadakan sebuah acara silaturrahmi yang mempertemukan seluruh tokoh dan para pemangku kebijakan Tebo.

"Acara ini tidak ada muatan politik sedikit pun. Kami hanya ingin melihat seluruh elemen masyarakat Tebo persatu padu, saling bersalaman, berangkulan, dan saling berdiskusi untuk menentukan masa depan Tebo ke depan, "kata dia.

Menurut dia, siapa pun yang berkeinginan untuk menjaga dan memelihara persatuan dan kesatuan di Tebo, mereka pasti bersetuju dan mendukung acara ini. Dan sebaliknya, siapa yang tidak medukung acara ini, merekalah yang menginginkan perpecahan di tanah kelahiran kita tercinta itu.

"Kami sangat berkeyakinan, hanya parsatuan dan kesatuanlah yang mempu menjadi motor penggerak kemajuan yang diimpikan bersama. Kami kemudian merumuskan acara tersebut dengan sebutan Malam Silaturrahmi  Keluarga Tebo di Jambi, "tuntasnya. (p08) 


This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement