Sunday, 24 July 2016

author photo
PORTALTEBO.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo telah berkomitment akan menaikan jagi untuk tenaga honorer di Kabupaten Tebo. Komitment itu disampaikan pada saat Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Tebo Tahun 2016 di aula kantor DPRD Tebo, beberapa bulan yang lau.

Sayangnya, pernyataan itu tidak terealisasi pada tenaga honorer yang bekerja di Rumah Pintar Sulthan Thaha Syaifudin (Rupin STS) Kabupaten Tebo. Pasalnya, tenaga honorer disana hanaya dibayar Rp 400 per bulan.

“Gajinya 400 ribu perbulan bang,” kata salah seorang tenaga kontrak yang namanya tidak ingin disebutkan, Minggu (24/7/2016).

Tenaga kontrak itu menilai, selama ini ada ketimpangan dalah hal pembagian hak terhadap dirinya dan tenaga kontrak lainnya. Sejak mulai berdirinya Rupin hingga kini dirinya belum merasakan adanya kenaikan honor. Padahal jika dilihat dari latar belakang pendidikan dan totalitasnya dalam bekerja tidak perlu diragukan.

Sementara, lanjut dia, tenaga yang lain baik itu pengurus ataupun kontrak honor yang diterima terus naik. “Mereka kerjanya dak ada, cuma makan gaji buto be. Jarang ada di Rupin tapi tiap bulan begaji juga,”kesalnya.


Seperti yang diberitakan sebelumnya, keberadaan Rupin STS Tebo menuai kencaman dan keluhan dari orang tua anak. Pasalnya pengelolaan Rupin yang digunakan sebagai TPA tersebut dinilai tidak prosesional dan asal-asalan. Bahkan belakangan muncul isu jika Rupin sengaja diciptakan untuk mengeruk keuntungan pihak tertentu. (tim)

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement