Monday, 18 July 2016

author photo
Ilustrasi 
PORTALTEBO.com - Selain meminta kepada BHL yang merasa dirugikan oleh perusahaan melaporkan segala bentuk keluhan secara resmi kepada Pemerintah Kabupaten Tebo. Bupati Tebo H Sukandar juga meminta kepada Perusahaan yang berdiri di Tebo untuk mematuhi Undang-Undang Ketenagakerjaan.

"Kami menegaskan dan menghimbau perusahaan berpedoman kepada undang-undang Ketenagakerjaan dalam memutuskan setiap hal,"tegas H Sukandar.

Disamping itu H Sukandar juga meminta kepada perusahaan yang ada di Kabupaten Tebo untuk memperhatikan kesejahteraan buruh harian lepas.

"Segala sesuatu di putuskan sesuai undang-undang, maka diharapkan kesejahteraan buruh bisa lebih terjamin, dan tidak ada yang merasa dirugikan,"imbuhnya.

Untuk diketahui bahwa polemik yang timbul saat ini dimana beberapa buruh harian lepas PT TPIL mengalami pemecatan terhadap Supri yang biasa dipanggil Bujang dan kawan-kawan, Supri sendiri mengaku sudah bekerja sejak tahun 2007 diperusahaan tersebut sebagai BHL ini hanya diberi uang ongkos pulang sebesar Rp 500 Ribu. Kawan-kawannya yang dipecat menurut Supri mencapai sekitar 40 orang.

"Saya kerja sebagai BHL sejak 2007, usia saya sekarang hitung saja, saya lahir 1963. Saya dan kawan-kawan sekitar empat puluh orang dipecat dengan alasan sudah tua, padahal saya masih bisa bekerja seperti biasanya. Dan kami dipecat cuma dikasi uang 500 ribu untuk ongkos,"sebut Supri yang biasa dipanggil Wo Bujang ini.

Terkait hal ini Bujang meminta kepada pemerintah untuk dapat memperhatikan nasib mereka yang kehilangan pekerjaan, dan juga meminta pemerintah meninjau kelayakan pemecatan tersebut dengan hanya memberi uang ongkos pulang sebesar Rp 500 Ribu.

"Kami minta pemerintah jangan tutup mata, tolonglah kami ini, dari sanalah kami dapat meningkatkan kemampuan ekonomi kami,"pintanya.(p09)

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement