Thursday, 21 July 2016

author photo
PORTALTEBO.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo diminta segera audit PT Goll.tbk yang bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit. Permintaan itu terkait pengakuan pihak perusahaan yang mengalami kerugian sekitar Rp 1,6 miliar. Akibatanya ratusan petani hanya menerima bagi hasil sebesar Rp 20 ribu per hektar dalam setiap bulannya. Permintaan ini diungkapkan oleh Abdul Hair salah satu petani Abdul, Kamis (21/07/2016).

Dikatakannya, masyarakat sepenuhnya belum percaya akan pengakuan pihak perusahaan tersebut, karena hingga kini petani hanya menerima bagi hasil Rp 20 ribu. Sedangkan umur kelapa sawit sudah berumur rata-rata 7 tahun.

“Jadi Disbun Tebo harus meminta laporan keuangan yang berkaitan dengan pengelolaan tbs sawit petani mitra PT PAH secara menyeluruh.  Dan selanjutnya segera melakukan audit meski tidak ada laporan resmi dari pihak perusahaan,” pintanya.

“Yang katanya ada kerugian tersebut sudah dilaporkan oleh perusahaan kepada Pemkab, meski hanya secara lisan tapi itu harus ditindak lanjuti, karena yang melaporkan adalah pihak perusahaan sendiri bukannya pihak koperasi atau yang lain. Siapa tahu ini hanya akal-akalan perusahaan saja untuk tidak mau memenuhi kewajibannya terhadap petani,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Disbun Tebo melalu Errafik Kabid Bina Usaha di Dinas Perkebunan Tebo mengatakan, pemerintah akan mengaudit terkait kerugian yang dialami oleh pihak perusahaan PT PAH sebesar Rp 1,6 miliar apabila ada laporan resmi.

Mengenai penilaian kebun sebagai salah satu proses menjelang pembagian hasil, dirinya mengatakan permohonan pengajuan dari pihak perusahaan kepada pemerintah sudah masuk. Hanya saja ada beberapa persyaratan yang belum dilengkapi oleh perusahaan PT PAH. Sehingga pihaknya belum bisa turun untuk melakukan penilaian. (p07) 

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement