Sunday, 17 July 2016

author photo
Ilustrasi 
PORTALTEBO.com - Miris nasib yang dialami oleh Bujang sapaan akrab Supri (53) warga Desa Tuo Sumay Kecamatan Sumay yang harus kehilangan pekerjaan setelah dipecat oleh pihak PT Tebo Plasma Inti Lestari (TPIL) tanpa pesangon.

Adapun pemecatan terhadap Supri yang mengaku sudah bekerja sejak tahun 2007 diperusahaan tersebut sebagai BHL ini hanya diberi uang ongkos pulang sebesar Rp 500 Ribu. Kawan-kawannya yang dipecat menurut Supri mencapai sekitar 40 orang.

"Saya kerja sebagai BHL sejak 2007, usia saya sekarang hitung saja, saya lahir 1963. Saya dan kawan-kawan sekitar empat puluh orang dipecat dengan alasan sudah tua, padahal saya masih bisa bekerja seperti biasanya. Dan kami dipecat cuma dikasi uang 500 ribu untuk ongkos,"sebut Supri yang biasa dipanggil Wo Bujang ini.

Terkait hal ini Bujang meminta kepada pemerintah untuk dapat memperhatikan nasib mereka yang kehilangan pekerjaan, dan juga meminta pemerintah meninjau kelayakan pemecatan tersebut dengan hanya memberi uang ongkos pulang sebesar Rp 500 Ribu.

"Kami minta pemerintah jangan tutup mata, tolonglah kami ini, dari sanalah kami dapat meningkatkan kemampuan ekonomi kami,"pintanya.(p09) 

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement