Tuesday, 5 July 2016

author photo

Oleh : Amrullah

Kini lebaran telah tiba. Tentunya kita semua menyambutnya dengan riang gembira, begitu pun saya. Pasalnya, Idul Fitri adalah momen yang kita tunggu-tunggu.

Ketika lebaran datang tentunya banyak yang kita persiapkan untuk menyambutnya. Mulai dari mempersiapkan kebutuhan rumah, kebutuhan keluarga dan kebutuhan diri sendiri seperti beras, danging, ayam, ikan, sayur mayur, kue-kue, bolu, baju, celana, sendal, sepatu dan masih banyak lagi kebutuhan lainya seperti biaya untuk mudik/ pulang kampung.

Tapi tidak semua orang bisa merayakan lebaran seperti demikian. Tak ada kemewahan maupun baju lebaran, danging, ataupun kue-kue lebaran, mereka hanya merayakannya dengan secangkir teh dan sedikit roti.

Sebagai seorang ayah (kepala keluarga) tuntu beliau akan berfikir lebih keras bagaimana cara untuk mencarai nafkah/ rizki yang banyak, karna kebutuhan akan lebaran ini tentunya tidak sedikit, istri mau minta beli baju, anak juga minta baju, celana, spatu, sendal, tas bahkan tak sedikit yang minta uang jajan itu baru anak pertama belum lagi anak yang ke dua, ke tiga, ke empat dan seterusnya.

Setiap mau lebaran ayah slalu mengajak kami ke pasar dan membelikan baju lebaran, tapi tidak kali ini, karna saya tahu ekonomi kita sedang lamah tidak ada baju lebaran/ baju baru untuk berlebaran.

“Ayah Kulop tak usah beli baju lebaran, Bajunya tuk adik-adik aja”  karna saat ini saya tau bagaimana ayah setiap tahun tidak beli baju lebaran demi anak-anaknya.

Sungguh mulia hati mu wahai ayah.
Alhamdullah saya tetap senang dan bersyukur karna masih bisa kumpul bersama dengan keluarga, itu saja sudah cukup bagi saya.

Berbeda dengan sekarang, tahun ini kami hanya bertiga kakak beradik merayakan lebaran karna ayah dan ibu sudah meninggal 3 tahun lalu.

“ Ayah aku merindukan mu,,,,,,,, Ayah, kulop bawa baju lebaran untuk ayah”.
Ayah.......! kulop pulang bawa baju lebaran untuk ayah...... semoga ayah senang dan bangga sama kulop.

Baju lebaran ini ku berikan kepada ayah-ayah di kampung halamanku yang hampir sama dengan keluargaku saat itu “ hari rayo tidak ada baju rayo” semoga ayah-ayah ini bahagia dan bangga.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H Mohon maaf Lahir dan batin.

#Kulop (sebutan anak laki-laki di kampungku)
Semoga allah kumpulkan kita nanti di Syurganya... Aamin.

Penulis : Amrullah, Tempat tanggal lahir : Desa Semabu, 12 April 1993. 

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement