Thursday, 14 July 2016

author photo
PORTALTEBO.com -  Terhitung sejak tahun 2004 yang lalu atau lebih dari 12 tahun, persoalan sengketa lahan antara warga Desa Teluk Kayu Putih, Kecamatan VII Koto, belum menemukan solusi. Padahal, warga sudah berulang kali mengadukan  persoalan tersebut ke DPRD maupun Pemkab Tebo, namun sampai sekarang belum juga ada kejelasan.

Seperti yang diungkapkan Humardin anggota kelompok tani Sungai Kuning dibawah pimpinan Bujang Yasir.

Dijelaskannya, ada 7 kelompok tani yang lahannya diduga diserobot oleh PT TMA. Salah satunya lahan milik kelompok tani Sungai Kuning. "Perusahaan (PT TMA) main serobot saja tampa ada izin maupun perundingan sama pemilik lahan, dalam hal ini warga. Ada ribuan hektar yang diserobot perusahaan, "ungkapnya pada PORTALTEBO.com, Kamis (14/7/2016).

Hal yang sama juga diungkapkan oleh M. Nazir. Dikatakannya, warga sangat ingin sengketa lahan tersebut bisa diselesaikan. "Kita (warga) ikut saja seperti apa penyelesaiannya. Apakah penyelesaian dengan cara lahan itu dimitrakan sama perusahaan, atau dengan cara bagi hasil. Yang jelas kita ingin permasalahan lahan ini ada kejelasan, "kata dia.

"Kalau kami masih cukup sabar. Cuma ndak tau dengan warga yang lain. Yang jelas jangan salahkan kami jika nanti ada warga yang emosi dan berbuat anarkis," katanya lagi.

Untuk itu, M. Nazir minta kepada Pemkab Tebo maupun aparat penegak hukum untuk mencari solusi atas permasalahan ini. Jangan sampai masyarakat berbuat anarkis baru mau dicari jalan keluarnya.

"Jujur kami sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa untuk menyelesaikan permasalahan lahan yang diserobot perusahaan ini. Persoalan ini sudah sering kali kami  sampaikan ke DPRD Tebo, DPRD Provinsi maupun dinas kehutanan. Tapi tetap tidak ada penyelesaian, "keluhnya.

"Bahakan dari Dinas Kehutanan Provinsi juga sudah pernah turun mengecek lokasi, tapi sampe sekarang juga tidak ada penyelesaian. Ungu kita itu kami minta kepada Pemkab, DPRD maupun aparat hukum untuk mencari solusinya, "pungkasnya. (p08) 

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement