Tuesday, 28 June 2016

author photo
PORTALTEBO.com - Untuk mengantisipasi menurunnya kepercayaan para ibu balita atau konsumen yang membutuhkan vaksin di Kabupaten Tebo, terkait terungkapnya kasus pemalsuan vaksin di pulau jawa, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tebo meminta Pemerintah Kabupaten Tebo untuk dapat memberikan jaminan bahwa Vaksi yang beredar di Kabupaten Tebo aman.

Ketua Umum PC PMII Tebo Deby Erwin kepada PORTALTEBO.com mengatakan bahwa pihaknya sangat mengharapkan statement tegas dari Pemerintah Kabupaten Tebo bahwa vaksin yang saat ini disediakan oleh Dinas Kesehatan Tebo, terutama yang berada di tangan para bidan adalah vaksin yang aman dan benar-benar asli.

"Masyarakat sudah mulai resah, kami harap pemerintah peka soal ini dan cepat mengambil tindakan, bahkan kami berharap agar pemerintah memberikan statement tegas dan menjamin bahwa vaksin yang beredar di bidan atau puskesmas aman dan asli,"ujar Deby Erwin.

Untuk diketahui di beritakan sebelumnya, terungkapnya peredaran Vaksin Palsu oleh Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian RI yang menggerebek sebuah rumah mewah di Perumahan Kemang Pratama Regency, Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi pada Rabu malam, 22 Juni 2016 lalu membuat cemas para ibu balita di Kabupaten Tebo.

Seperti dikatakan sejumlah ibu balita, bahwa dengan kondisi bayi atau balitanya yang harus diberikan vaksin, tentunya merasa cemas jika vaksin yang diberikan tersebut tergolong pada vaksin yang sedang dihebohkan sejumlah pemberitaan saat ini.

"Kita kan nggak tau itu asli atau nggak, taunya kita anak di kasi vaksin ya alhamdulillah, kami mohonlah pemerintah berikan kami informasi yang pasti, soalnya jadi takut,"keluh beberapa ibu - ibu bayi.

Terkait hal ini salah satu Ketua Posyandu di Kabupaten Tebo menuturkan hal serupa. Setelah isu vaksin palsu beredar, masyarakat terutama ibu-ibu mengaku resah untuk membawa anaknya ke Posyandu. Dia pun khawatir, isu vaksin palsu tersebut menganggu program pemberian imunisasi polio tahap kedua yang akan digelar dalam waktu dekat ini.

"Banyak yang mengeluh, mereka takut anak mereka lumpuh karena di vaksin. Ini juga yang datang ke Posyandu sedikit. Entah karena sudah mudik, atau karena isu itu. Kami takut gara-gara isu tersebut warga jadi takut mengimunisasi anaknya," tutur Sonia.

Dia pun berharap ada sosialisasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tebo kepada masyarakat. Sehingga tidak ada kekhawatiran orang tua untuk memvaksin anaknya.

"Kami di tingkat Posyandu juga butuh kepastian dari pemerintah supaya kami bisa memberikan penjelasan kepada masyarakat. Soalnya kita dituntut agar masyarakat mau datang ke Posyandu, kalau masih ada isu seperti ini, takut mengganggu program kami,"pungkasnya.(p03)

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement