Wednesday, 22 June 2016

author photo
PORTALTEBO.com - Setelah sempat menuai kritikan dari beberapa organisasi islam di Kabupaten Tebo, Dinas Perindagkop Tebo beberapa pekan lalu segera memperingatkan pihak Alfamart salah satu pusat perbelanjaan di Kota Muara Tebo untuk tidak memajang Kondom di meja kasir, hal ini langsung dipatuhi pihak Alfamart Tebo.

Pantauan PORTALTEBO.com di sejumlah Alfamart dalam wilayah Kecamatan Tebo Tengah terlihat tidak ada lagi alat kontrasepsi atau kondom yang di pajang di meja kasir. Hal ini juga mendapat respon baik dari sejumlah pengunjung dan pembeli.

"Syukurlah udah dipindah nampaknya, tapi kalau bisa jangan cuma puasa, ya tetap aja ga usah dipajang di meja kasir itu walau kapanpun, kan kalau butuh pasti yang beli nanya,"kata salah satu warga yang enggan identitasnya dipublikasikan saat usai berbelanja.

Sementara itu sekedar mengingatkan, diberitakan sebelumnya bahwa Pengurus Cabang ISNU, Gaman Sakti kepada PORTALTEBO.com mengaku sangat menyayangkan melihat adanya Kondom yang di pajang di depan atau di bagian dari meja kasir.

"Alat kontrasepsi kondom khusunya di tebo masih barang tabu untuk dibeli langsung, karena membicarakan aurat dan alat kelamin itu masih kita anggap hal yg sensitif untuk di bicarakan diruang Publik, kami sangat sayangkan ini,"ujar Gaman Sakti.

Ditegaskannya lagi,"Kami minta kepada manajemen Alfamart atau lainnya kalau mau jualan harus memperhatikan Norma dan Etika ya, jangan ditaruh kondom di meja kasir, karena seperti di sampaikan Ketua PC PMII Tebo, deby erwin, ya kondom harus ditempatkan ditempat yang sulit terjangkau,"ketusnya.

Selain itu disinggungnya lagi, jika alat kontrasepsi di pajang pada meja kasir saat anak-anak yang datang bersama Orang Tuanya membeli sesuatu di minimarket kondom ini bisa terambil dengan anak-anak, karena khawatir anak - anak menganggap itu Permen Karet.

"Menurut saya dengan  memajang kondom di etalase kasir, ini bisa mempengaruhi para pemuda untuk terjebak dalam sek bebas karena kondom bisa di dapatkan dengan mudah dan seakan akan terfasilitasi, ya harusnya manajemen minimarket harus memikirkan phsikologis, pemajangan ini bukan semata-mata memikirkan bisnisnya,"pungkasnya.(p09) 

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement